CARI ARTIKEL CHIPILMU

Bagaimana Jika Semua Pria Menghilang?

chipilmu.com
Pada tahun 2021, ada sekitar 3.970.238.390 atau 3.970 juta atau 3,930 miliar Populasi laki-laki di dunia, mewakili 50,42% dari populasi dunia. Populasi wanita di dunia diperkirakan mencapai 3.904.727.342 atau 3.905 juta atau 3,905 miliar, mewakili 49,58% dari populasi dunia. Dunia memiliki 65.511.048 atau 65,51 juta lebih banyak laki-laki daripada perempuan . Dalam Agama juga sudah dijabarkan, bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, tapi kenapa anda masih sendiri? Apakah anda salah satu dari 65,51 juta laki-laki yang tidak mendapat pasangan? Jangan dianggap serius, ini hanya bercanda. Karena pada artikel ini kita akan membahas, Bagaimana jika semua pria / laki-laki menghilang dari seluruh bumi? Apakah dunia akan berubah menjadi lebih damai, jika tanpa kehadiran laki-laki? Dan Jika semua pria menghilang, bagaimana wanita akan bereproduksi?


chipilmu.com


Kita pasti berpikir, bagaimana perempuan bisa bertahan tanpa kehadiran laki-laki. Pria selalu beranggapan bahwa wanita itu makhluk yang lemah dan mungkin tidak akan selamat jika tidak ada bantuan dari seorang lelaki di dekatnya. Sayangnya, laki-laki tidak sepenting seperti yang kita pikirkan. Dan wanita bahkan mungkin tidak membutuhkan pria untuk reproduksi. Beberapa hewan betina dapat melahirkan sendiri. Ini disebut partenogenesis, dan itu biasa terjadi pada hiu dan kadal. Kelahiran perawan ini hanya terjadi ketika tidak ada laki-laki di sekitar perempuan. Jadi seberapa cepat wanita (manusia) bisa mengembangkan partenogenesis?

Sebelum kita membahas soal reproduksi pada wanita, kita harus membahas bagian yang lebih penting terlebih dahulu. Karena sebelum wanita dapat mencoba bereproduksi tanpa pria, mereka harus bekerja keras untuk menghindari kehancuran total masyarakat. Tanpa laki-laki, dunia akan kehilangan sekitar setengah populasi dan tenaga kerjanya. Apakah perempuan bisa mengambil alih seluruh pekerjaan pria ? Tentu saja, saya 100% percaya pada kemampuan wanita untuk melakukan pekerjaan apa pun yang dapat dilakukan pria.


chipilmu.com


Tetapi perempuan masih kurang terwakili dalam beberapa pekerjaan penting. Itu berarti mereka tidak akan memiliki pelatihan untuk mengambil alih beberapa posisi yang didominasi oleh laki-laki. Hanya 3,5% petugas pemadam kebakaran adalah perempuan. Jika terjadi kebakaran hutan yang terjadi setiap musim kemarau, mungkin perempuan akan kesulitan untuk mengatasi hal tersebut. Dan dari semua pilot pesawat dan insinyur penerbangan di dunia, hanya 5,2% yang perempuan. Jadi perjalanan pesawat akan menjadi langka dan mahal. Dan karena hanya ada sekitar 37% dokter dan ahli bedah adalah wanita, akan ada waktu tunggu yang lama untuk melakukan operasi. Untungnya, masih ada banyak perawat yang didominasi oleh perempuan.

Tetapi rintangan terbesar yang harus diatasi oleh semua wanita adalah bahwa mereka hanya memiliki 25% dari petani perempuan yang tersisa. Makanan akan menjadi lebih mahal dan sulit ditemukan. Penjatahan akan diperlukan untuk beberapa tahun pertama. Akhirnya, setelah bertahun-tahun berlatih, berganti pekerjaan, dan merestrukturisasi dunia, wanita akan menguasai banyak hal. Dan era baru perdamaian dunia akan dimulai. Kita para pria mengenal wanita adalah makhluk yang lemah lembut dan penyayang, tentu kita pasti percaya dunia akan menjadi lebih damai. Damai ? Tunggu dulu !

Apakah tidak ada laki-laki berarti tidak ada kekerasan? Menurut beberapa ilmuwan, pria lebih agresif daripada wanita karena DNA mereka. Jika ini benar, maka hipotetis mengenai jika tanpa pria dunia akan lebih damai. Mungkin ada benarnya. Tetapi yang lain berpendapat bahwa laki-laki menjadi lebih kejam karena budaya, peran sosial dan ketidaksetaraan gender. Jika ini masalahnya, perempuan akan memiliki potensi kekerasan yang sama besarnya dengan laki-laki.


chipilmu.com


Mungkin kita bisa melihat kera Bonobo untuk menjawab pertanyaan ini. Kera ini berbagi hampir 99% DNA mereka dengan manusia. Perempuan adalah pemimpin dalam kelompok kera Bonobo. Dan ternyata mereka jauh lebih damai daripada kelompok simpanse yang dipimpin oleh laki-laki. Tetapi jika dua kelompok kera Bonobo yang berbeda bertemu, mereka bertarung dengan ganas. Jadi mungkin hipotesis dunia akan lebih damai jika tidak ada pria, mungkin masih dapat diragukan. Jadi populasi wanita seluruh dunia tidak menjamin kedamaian dan cinta kasih di seluruh bumi.

Setidaknya militer di seluruh dunia akan jauh lebih kecil. Amerika Serikat hanya akan memiliki 14,4% dari militernya yang tersisa. Korea Utara, di sisi lain, akan mendominasi. Sekitar 40% dari militernya adalah perempuan. Tampaknya wanita akan baik-baik saja tanpa kehadiran pria. Tapi bagaimana dengan reproduksi? Mereka tidak bisa melakukannya sendiri, bukan?


chipilmu.com


Yah, itu tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Pertama, wanita akan hamil dengan menggunakan apa pun yang tersisa di bank sperma. Itu akan memberi mereka waktu untuk mengembangkan cara bereproduksi tanpa laki-laki. Di Jepang, para ilmuwan berhasil mengubah sel punca tikus betina menjadi sel sperma. Sel sperma itu kemudian menghamili tikus betina lainnya. Manusia jauh lebih kompleks daripada tikus. Jadi dibutuhkan lebih banyak eksperimen untuk menyempurnakan teknologi ini untuk digunakan manusia. Tapi jika ilmuan wanita mampu menyempurnakan teknologi ini, bayi bisa lahir dari dua wanita. Jadi wanita akan bermitra untuk menghasilkan keturunan, anda dapat melihat kembalinya struktur keluarga tradisional. Yaitu kedua orang tua dan anak.

Sumber : https://whatifshow.com/what-if-all-men-disappeared/

Demikian artikel Bagaimana Jika Semua Pria Menghilang?, semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kalian semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar